PEMIMPIN YANG AMANAH
PEMIMPIN-PEMIMPIN MASA DEPAN
Waktu ~ Khalil Gibran
Dan dia menjawab:
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.
Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim. Suatu ketika kau ingin membuat anak sungai, di mana atas tebingnya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.
Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesedaran akan kehidupan nan abadi, Dan mengetahui bahawa semalam hanyalah kenangan utk hari ini dan esok adalah harapan dan impian utk hari ini. Dan yang menyanyi dan merenung dari dalam jiwa, sentiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa. Siapa di antara kalian yang tidak merasa bahawa daya mencintainya tiada batasnya? Dan siapa pula yang tidak merasa bahawa cinta sejati, walau tiada batas, terkandung di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari fikiran cinta ke fikiran cinta, pun bukan dari tindakan cinta ke tindakan cinta yang lain? Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbahagi dan tiada kenal ruang?
Tapi jika di dalam fikiranmu baru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkumi semua musim yang lain, Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.
SEDIKIT CORETAN...
Sajak cinta yang bercerita akan indahnya hidup Dengan sejuta hasrat agar selalu ingin bersama Sajak cinta akan Rabb yang selalu setia menjaga dan mengingatkan
Dalam syair-syair itu aku seperti yakin akan pilihanku Dalam cinta yang tumbuh hanyalah rasa Dalam kasih yang berkembang adalah jiwa
Dalam sajak cinta ini aku seperti manusia yang baru tersadar Bahwa indahnya dunia ini bukan hanya untuk dinikmati seorang Ikatlah jiwa lain dalam jiwamu untuk lebih indah
Bulan berbisik dalam sepi Agar tak ganggu khayalmu tentang kasih Seperti waktu itu ketika kau menangis Karena Matahari telah rampas mimpi indahmu yang kau rangkai dengan sejumput kasih
Kau masih merindukan akan cinta Walau kau tahu itu hanya akan menambah bencana bagimu Aku yang menawarkan kasih sayang untuk selalu melindungimu Kau henyakkan bagai kau jijik melihat bangkai dari seorang penjahat yang terbunuh
Inikah makna hidup dalam cinta itu Ataukah ini arti dari keinginan cinta itu



